Pages

Thursday, 29 August 2013

Imunologi 01 - IMUN, Sang Sistem Pertahanan Tubuh

Imunologi berasal dari kata immunis, yaitu bebas dari sesuatu sehingga imunologi bisa diartikan sebagai ilmu tentang bebas dari penyakit. Imunologi merupakan salah satu sistem fungsional tubuh disamping sistem fisiologi yang lain (11 sistem utama). Imunologi berperan dalam mempertahankan dan memperbaiki tubuh dari luka, infeksi, degeneratif, kanker sehingga bisa mencapai homeostatis tubuh yang sehat/normal.
Contoh dari kasus di atas adalah jari yang tergores jarum akan mengalami triple response. Selain itu batuk dan bersin merupakan sistem pertahanan dari sistem pernafasan. Diare juga merupakan sistem pertahanan dari sistem pencernaan tubuh untuk mengeluarkan toksin.

Lebih lengkapnya lagi, imunologi berarti:
"Kajian ilmiah terhadap organ, sel dan molekul yang berperan di dalam pengenalan dan eliminasi (sistem imun) terhadap agresor (bahan asing) yang masuk ke tubuh sehingga menyebabkan adanya respon, interaksi dan konsekuensinya."
Untuk lebih mengenal imunologi, mari kita lihat sejarahnya...
Suatu masa dan di suatu tempat (Ga tau tempat) banyak sekali yang kulitnya kena borok dan cacar. Tapi hanya para gadis pemerah susu lah yang tidak kena. Penjaga kebun menggores tangan gadis itu, tapi sehari kemudian tidak ada masalah pada gadis itu. Hal ini membuktikan adanya IMUNITAS dalam tubuh kita.
Cacar pada sapi (Vacca) menjadi asal mula dari kata vaksinasi yang dikembangkan oleh Pasteur. Awalnya Vaksin digunakan sebagai preventif dari penyakit.

Imunologi memiliki DUA Faktor utama:
1) Tubuh manusia memiliki sifat biodinamika.. yaitu kekuatan imun kita hari ini bisa berbeda dengan keesokan hari dan imunitas tiap orang pasti berbeda-beda.
2) Agresor (bahan asing) bisa saja benda mati ataupun infektor hidup yang biodinamik.
Interaksi dua faktor di ataslah yang memicu sistem imun untuk merespon (respon imun) dengan mengeluarkan produk imun (sel/molekul) yang kemudian bekerja (eliminasi dll) sehingga terjadi fenomenanya (sembuh, masih sakit, demam dll)

ANTARAKSI INFEKTOR DENGAN TUBUH (Normal, tidak pakai obat)
Pertama, mari kita mengenali sistem pertahanan tubuh manusia dulu...
1) Kulit (permukaan) tergantung luas permukaan juga. (Notes: Kalau luka bakar tingkat 2 keatas harus segera ditangani. Biasanya kalau luka bakar pada muka, maka kulit dicangkok dari pantat untuk menggantinya.)
2) Inflamasi akut, sistem komplemen. Inflamasi akut contohnya adalah triple response. Sistem komplemen terdiri dari molekul-molekul yang bisa menyampaikan informasi ke sel yang lain, sehingga reaksinya akan berantai dan tidak berdiri sendiri. Contohnya adalah faktor XIII dalam pembekuan darah.
Kedua poin diatas merupakan respon tidak spesifik. Sedangkan yang spesifik adalah:
3) Imunitas humoral adalah sistem imun yang dilakukan oleh molekul. Sepertinya enzim/hormon/apapun yang dikeluarkan dari sel untuk menyerang agresor
4) Imunitas selular adalah sistem imun yang dilakukan oleh sel yang lebih garang. Misalnya NK Cell dan Fagosit.

Nah, langsung ke infektor (mikroorganisme):
Mikroorganisme, contohnya bakteri, akan masuk ke dalam tubuh (epidemiologi). Bakteri yang berinteraksi dengan tubuh akan menimbulkan infeksi. Karena manusia memiliki suhu yang optimal dengan pertumbuhan bakteri, maka ia akan berkolonisasi. Tubuh kemudian berusaha untuk membunuh bakteri tersebut dengan menaikan suhu tubuh (demam). Tetapi hal ini mengakibatkan tubuh tidak bekerja secara optimal terkecuali testis.
Bila kondisi tubuh kita bagus, kulit dan proses inflamasi tersebut bisa menghambat dan membunuh perkembangan bakteri sehingga bisa "sembuh". Tapi kalau lolos dari kulit dan inflamasi, maka bakteri akan bermultiplikasi sehingga akan tersebar melalui sistem kardiovaskular.  Disinilah respon spesifik muncul. Sel fagosit/NKcell akan membabat sel yang terinfeksi. Sedangkan sistem imun yang tidak langsung akan berpartisipasi dengan mengeluarkan senyawa(toksin) supaya menghancurkan sel.
Setelah infeksi, selanjutnya akan terjadi kerusakan jaringan. Di tahap inilah kita mulai sadar bahwa kita sakit. Hal ini bisa saja menjadi penyakit kronis bila imunitas (yang spesifik) dan infektor kekuatannya seimbang sehingga menjadi penyakit laten. Tapi kalau imun kita yang lebih kuat maka kita bisa sembuh.

Sistem pertahanan tubuh dibagi menjadi dua yaitu permukaan dan jaringan.
Permukaan terdiri dari kulit dan mukosa yang memiliki sifat fisika, kimia dan biokimia. Di dalam mukosa ada sIgA (IgA ada juga di air liur, saluran cerna, kelamin, kalau IgA turun bisa keputihan dan jamur Candida Albicans di mulut)
Yang kedua adalah jaringan. Terdiri dari imun spesifik dan non-spesifik. Baik fagosit bisa menyerang langsung (con: mencit yang disuntikkan suspensi tinta yang terdiri dari karbon yang kemudian akan hilang karena dimakan fagosit) ataupun elemen selular dan molekular dari non-spesifik.

Tips dari pak Andreanus:
Kalau kecopet, cukup mencubit siku lengan pencopet supaya dompet (atau apapun barang yang kita curi) dilepaskan secara reflex 😂

0 comments:

Post a Comment